Jumat, 12 Oktober 2012

TUGAS APLIKOM


VLOOKUP DAN HLOOKUP
Fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP dalam Microsoft Excel berguna untuk membaca suatu tabel, lalu mengambil nilai yang diinginkan pada tabel tersebut berdasarkan kunci tertentu.
Jika tabel tersusun secara vertikal, kita menggunakan fungsi VLOOKUP. 

Dan, jika tabel tersusun secara horizontal, maka kita menggunakan fungsi HLOOKUP.


Cara Penulisan:

=VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,range_lookup)
=HLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,range_lookup)

Dimana:
  • lookup_value: nilai atau sel referensi yang dijadikan kunci dalam pencarian data.
  • table_array: tabel atau range yang menyimpan data yang ingin dicari.
  • col_index_num: nomor kolom yang ingin diambil nilainya untuk fungsi VLOOKUP.
  • row_index_num: nomor baris yang ingin diambil nilainya untuk fungsi HLOOKUP.
  • range_lookup: Nilai logika TRUE atau FALSE, dimana Anda ingin fungsi VLOOKUP atau HLOOKUP mengembalikan nilai dengan metode kira-kira (TRUE) atau mengembalikan nilai secara tepat (FALSE). Lebih detilnya dapat dibaca di sini.

Contoh VLOOKUP:
Table 2 Excel 2007 - VLOOKUP
=VLOOKUP(1002,$A$2:$C$4,3,FALSE) akan menghasilkan
 68

=VLOOKUP(1003,$A$2:$C$4,2,FALSE) akan menghasilkan
 GHI

=B10*VLOOKUP(C10,$A$2:$C$4,3,FALSE) akan menghasilkan
 340

=B11*VLOOKUP(C11,$A$2:$C$4,3,FALSE) akan menghasilkan
 320

=B12*VLOOKUP(C12,$A$2:$C$4,3,FALSE) akan menghasilkan
 544

Contoh HLOOKUP:

=HLOOKUP(B1,$B$1:$D$3,2,FALSE) akan menghasilkan
 XYZ

=HLOOKUP(B1,$B$1:$D$3,3,FALSE) akan menghasilkan
 33



FUNGSI HLOOKUP, VLOOKUP dan IF

Mungkin anda sudah sangat mengenal fungsi IF karena fungsi ini merupakan fungsi standar yang harus dikuasai dalam menggunakan perhitungan di program Datasheet seperti Excel. Jika hanya menggunakan dua 'kemungkinan', fungsi ini terlihat begitu mudah. Tapi barangkali anda akan menemukan kesulitan jika anda memiliki beberapa 'kemungkinan'. Meskipun batas menggunakan nested fungsi IF hingga lebih dari 64, namun akan sangat tidak efisien jika kita menggunakan fungsi ini untuk kondisi dimana ada banyak 'kemungkinan' yang akan dicek karena kita harus mengetikkan deretan fungsi yang begitu panjang.
1. FUNGSI IF DENGAN DUA KEMUNGKINAN
=IF(AND(A2>0;A2=1);"Tunggal";"Jamak")
 
2. FUNGSI IF DENGAN LEBIH DARI DUA(9) KEMUNGKINAN 
=IF(A2=1;"Satu";IF(A2=2;"Dua";IF(A2=3;"Tiga";IF(A2=4;"Empat";IF(A2=5;"Lima";IF(A2=6;"Enam";IF(A2=7;"Tujuh"
;IF(A2=8;"Delapan";"Lebih Dari Delapan"))))))))
Anda dapat melihat bagaimana panjangnya fungsi IF yang kita gunakan jika ada lebih dari dua 'kemungkinan'. Karena itulah kita membutuhkan fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP untuk menggantikan fungsi IF yang begitu panjang tersebut. Seperti yang dapat dilihat dari nama fungsi yang digunakan, kedua fungsi (VLOOKUP dan HLOOKUP) ini adalah (mungkin) turunan dari fungsi LOOKUP. Kita tidak perlu membahas fungsi LOOKUP karena terus terang saya tidak begitu suka menggunakan fungsi ini :). VLOOKUP adalah fungsi yang mencari nilai pada kolom pertama dari suatu tabel dan menghasilkan sebuah nilai yang memiliki baris yang sama dari kolom pertama dalam tabel tersebut. Seperti yang anda duga, huruf V pada VLOOKUP adalah singkatan dari vertical. Sedangkan HLOOKUP mencari suatu nilai pada baris atas suatu tabel atau array dan kemudian menghasilkan nilai yang memiliki kolom yang sama dengan kolom yang anda maksudkan pada tabel atau array. Konsep array mungkin sudah sangat diakrabi oleh programmer karena hampir dalam semua program konsep array akan selalu ada. Arrayadalah kumpulan data yang terikat dalam satu variabel. Kalau dimisalkan, array adalah kumpulan lidi yang bergabung menjadi sapu.
 
Seperti yang anda lihat, tabel sebelah kiri merupakan tabel data yang disusun secara vertikal sedangkan yang sebelah kanan disusun secara horisontal. Penyusunan tabel akan menentukan fungsi apakah yang akan digunakan, menggunakan VLOOKUP atau HLOOKUP. Misalkan kita ingin mengisikan sel 'B3' dengan harga sepatu maka fungsi yang digunakan adalah
=VLOOKUP(LEFT(A3;LEN(A3)-1);$D$3:$E$7;2;FALSE)
         -------1---------  ----2---- 3 --4--
                
                    --atau--

=HLOOKUP(LEFT(A3;LEN(A3)-1);$G$3:$K$4;2;FALSE)
         -------1---------  ----2---- 3 --4--
Untuk fungsi VLOOKUP kita menggunakan tabel yang kiri sedangkan fungsi HLOOKUP menggunakan tabel yang kanan. Konsep dasarnya baik fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP memiliki tiga parameter penting dan satu parameter tambahan yang dipisahkan tanda titik koma ';' yaitu:
·         1. Sel atau teks yang ingin diuji atau dicek. Pada contoh diatas saya menggunakan fungsi tambahan LEFT dan LEN untuk memotong teks di sel A3 yaitu membuang karakter ':'. Fungsi LEN "terpaksa" digunakan karena panjang karakter di sel A3 tidak pasti. Baik VLOOKUP dan HLOOKUP bersifat incase sensitif alias tidak memperdulikan huruf kapital maupun huruf biasa. Jika range lookup diset FALSE anda dapat menggunakan tanda wildcard seperti '?' atau '*'. Tanda ? menggantikan semua karakter sedangkan tanda * menggantikan beberapa urutan karakter. Misalnya: teks 'mala*' akan sesuai dengan data malang, malas, malam, malaysia, dsb. Sedangkan teks 'pa?i' akan sesuai dengan data padi, pagi, pati, dsb.
·         2. Tabel sumber. Sebenarnya ada cara khusus untuk memberi nama tertentu pada tabel sumber tapi saya lebih suka menggunakan tanda dollar '$' (kebiasaan waktu menggunakan Lotus 123) yang diberikan pada tiap sel agar tabel sumber menjadi absolut atau tetap sehingga ketika rumus dicopykan kebawah tabel sumber tidak berubah atau bergeser. Jika anda lupa memberi tanda dollar tersebut maka bisa berakibat fatal dan fungsi akan menghasilkan data yang salah atau bahkan error.
·         3. Index kolom atau baris yang akan diambil datanya dimulai dari 1 sampai ... berapa banyak kolom yang berada pada range tabel yang anda masukkan. Jika nilai index kolom kurang dari satu, fungsi akan menghasilkan error #VALUE! dan jika lebih besar dari kolom yang anda berikan maka fungsi akan menghasilkan error #REF!.
·         4. Range Lookup yang berisi nilai logical "TRUE" atau "FALSE". Bagian ini dapat dihilangkan karena akan otomatis dianggap TRUE. Jika anda memberi nilai TRUE maka fungsi mencari nilai yang sama dan jika tidak ketemu akan mencari nilai tertinggi dibawah nilai yang diuji. Pastikan data pada tabel sumber berurutan, misalnya -2,-1,0,1,2. Jika data tidak berurutan maka kadang fungsi menghasilkan nilai yang tidak sesuai. Jika diisi FALSE maka hanya data yang sama yang dihasilkan. Data dalam tabel tidak harus berurutan. Jika ada lebih dari satu data yang sesuai maka data pertama yang akan digunakan. Jika data tidak ditemukan maka akan menghasilkan error #N/A





SORTING

Fungsi sort dalam PHP adalah fungsi yang dapat digunakan untuk mengurutkan data berbentuk array secara instan dalam PHP. Dalam tutorial kali ini kita akan membahas berbagai fungsi sort built in yang ada di PHP beserta contoh langsung penggunaannya.
1. Mengurutkan data angka secara ascending ( dari kecil ke besar )
Ketikkan script berikut.
<?php
$data = array("3", "5", "12", "6");
sort($data);

print_r($data);
?>
script diatas akan menghasilkan output sorting seperti berikut ini,
3
5
6
12
Seperti dapat dilihat pada contoh diatas, fungsi sort() akan melakukan sorting pada array dengan cara ascending. Untuk pengurutan kebalikannya, dapat dilihat pada contoh 2.
2. Mengurutkan data angka secara descending ( dari besar ke kecil)
Ketikkan script berikut.
<?php
$data = array("3", "5", "12", "6");
rsort($data); //reverse sort

print_r($data);
?>
script diatas akan menghasilkan output sorting seperti berikut ini,
12
6
5
3
3. Mengurutkan data huruf / string secara ascending ( urut abjad / alfabet )
Ketikkan script berikut.
<?php
$data = array("apel", "jeruk", "jambu", "mangga");
sort($data);
 
print_r($data);
?>
script diatas akan menghasilkan output sorting seperti berikut ini,
apel
jambu
jeruk
mangga
Dapat dilihat pada contoh diatas bahwa fungsi sort() juga dapat digunakan untuk data yang berbentuk string (yang penting string tersebut tersimpan dalam data array).
4. Mengurutkan data berdasar lebih dari 1 parameter
Misalkan anda memiliki data berikut,
nomor | umur
—————
1 | 12
3 | 11
2 | 12
4 | 15
kasus : anda ingin mengurutkan data diatas berdasarkan parameter 1 yaitu umur secara ascending, dan parameter ke 2 yaitu nomor secara descending.
Ketikkan script berikut.
<?php
$data[] = array('nomor' => 1, 'umur' => 12);
$data[] = array('nomor' => 3, 'umur' => 11);
$data[] = array('nomor' => 2, 'umur' => 12);
$data[] = array('nomor' => 4, 'umur' => 15);
 
foreach ($data as $param => $row) {
    $nomor[$param]  = $row['nomor'];
    $umur[$param] = $row['umur'];
}
array_multisort($umur, SORT_ASC, $nomor, SORT_DESC, $data);
?>
script diatas akan menghasilkan output sorting seperti berikut ini,
11 3
12 2
12 1
15 4
Kesimpulannya adalah, apabila kita ingin mengurutkan data untuk lebih dari 1 array (lebih dari 1 parameter pengurutan), salah satu caranya adalah anda bisa menggunakan array_multisort()

Sorting atau mengurutkan data adalah salah satu operasi yang penting dalam pengolahan data. Sorting didefinisikan sebagai suatu kegiatan untuk mengatur urutan sekelompok data sedemikian sehingga data pertama lebih kecil dari data kedua, data kedua lebih kecil dari data ketiga dan seterusnya atau data terurut dari kecil ke besar. Urutan data seperti ini disebut urut naik (ascending). Selain urut naik, data juga dapat diurutkan mulai dari besar ke kecil atau disebut urut turun (decending). Lihat gambar 4.1.
Urut naik adalah urutan data yang paling sering ditemui dalam situasi sehari-hari. Sebagai contoh: urutan nama pada buku telepon, urutan kata pada kamus, urutan nomor mahasiswa pada daftar hadir, urutan nomor buku di perpustakaan, dan sebagainya. Fakta menunjukkan bahwa data yang telah terurut akan memudahkan proses pencarian (searching) nantinya.

Data: 5 3 7 2 9 4 8 6

Ascending: 2 3 4 5 6 7 8 9

Descending: 9 8 7 6 5 4 3 2

Gambar 4.1 Data mula-mula dan hasil sorting

Algoritma sorting adalah algoritma yang berisi langkah-langkah untuk mengurutkan ada. Ada banyak algortima sorting yang telah dibuat orang, Berdasarkan tingkat kesulitannya, algoritma sorting dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
1. Sederhana (simple): langkah-langkahnya sederhana, mudah dipahami dan ringkas, tetapi prosesnya membutuhkan waktu yang lama. Algoritma ini cocok untuk mengurutkan sedikit data (banyaknya data <1000). Algoritma yang termasuk dalam kelompok ini adalah algoritma Selection Sort, Exchange Sort dan Insertion Sort.
2. Lanjut (advanced): langkah-langkahnya lebih rumit dibanding algoritma yang sederhana tetapi prosesnya membutuhkan waktu yang lebih singkat. Algoritma ini biasanya digunakan untuk mengurutkan data yang banyak. Ada banyak sekali algoritma yang telah dibuat orang, contohnya Quick sort, Merge sort, Shell sort, Alpha sort, Radix sort dan sebagainya.

Dalam bab selanjutnya akan dibahas metode sorting yang sederhana dan yang lanjut. Untuk memudahkan pembahasan, ditentukan bahwa semua data yang akan diurutkan adalah bertipe integer dan disimpan dalam array linier. Data akan diurutkan secara urut naik.

4.2 Selection Sort


Selection sort adalah salah satu cara yang termudah untuk mengurutkan data. Sesuai namanya yang berarti pemilihan, prosesnya dimulai dengan memeriksa seluruh data sehingga dapat dipilih data yang terkecil, kemudian data tersebut ditempatkan di posisi paling awal. Selanjutnya pada data yang tersisa, dipilih lagi data yang terkecil, lalu tempatkan di posisi ke dua. Demikian seterusnya sampai seluruh data selesai diperiksa.
Algoritma Selection sort secara umum adalah :
1. For ( I = 1 ; I < N ; I++ )
{
Min = I
For ( J = I + 1 ; J <= N ; J++ )
{ Cari data terkecil, lalu tukar tempat dengan
data pada posisi I
}
}
2. Halt.

Untuk lebih memahami algoritma di atas, dapat dilihat proses pengurutan data dengan algoritma Selection sort pada gambar 4.2 di halaman berikut. Data yang akan diurutkan disimpan dalam array data[1..6]. Data mula-mula berada dalam kondisi tidak beraturan lalu diurutkan dengan algoritma Selection sort ini.
data[1] data[2] data[3] data[4] data[5] data[6]
519 419 127 101 381 255
101 419 127 519 381 255
101 127 419 519 381 255
101 127 255 519 381 419
101 127 255 381 519 419
101 127 255 381 419 519



DATA VALIDATION

Fungsi IF Dengan Validasi Data pada Excel


Anda yang terbiasa menggunakan aplikasi Microsoft Office Excel tidak asing lagi menggunakan fungsi IF. Fungsi IF merupakan fungsi logika, yang artinya suatu nilai mempunyai syarat dan dapat bernilai benar jika syarat terpenuhi serta bernilai salah jika syarat tidak terpenuhi. 

Secara umum rumus fungsi IF dalam Microsoft Excel adalah sebagai berikut :
=IF(Logical_Test;Value_if_True;Value_if_false) atau
=IF(Syarat;Hasil_Jika_Syarat_Terpenuhi;Hasil_Jika_Syarat_Tidak_Terpenuhi)
Contoh Penggunaan dengan Validasi Data:
Dalam contoh ini anda dapat menggunakan tambahan Validasi Data, 

Caranya:
Pertama:
1. Buat Kolom Nilai, Keterangan serta isiannya, kolom Nilai minimal dan kolom Pilihan bersarat,

2. Setelah selesai letakkan pointer pada sel G2,
 

3. Lalu klik
 Data pada menu Ribbon, dan klik Data Validation.



4. Setelah keluar pop up Data Validation
 
Pada
 validation criteria => Allow pilih List


Lalu pada Source lalu blog atau sorot sel pilihan syarat dari sel I3 sampai denganI9 (=$I$3:$I$9), setelah itu klik Ok.



Nah pada langkah ini anda sudah membuat valiadasi data

Kedua:
1. Buat Rumus pada kolom keterangan pada sel
 C3 dengan rumus:=IF(B3>=G$2;"Lulus";"Gagal")

2. Lalu tekan
 enter.
3. Selanjutnya drag sel
 C3 sampai sel C9, maka anda akan melihat hasilnya sesuai dengan rumus yang anda buat tadi.

Catatan:
Jika anda menukar validasi angkanya menjadi lebih besar dari 60, maka anda akan melihat hasil dari yang gagal semakin banyak.





MENGAKSES DATA PADA SHEET YANG LAIN PADA FILE YANG SAMA
Saat membuka program Ms Excel, kita dihadapkan pada lembar kerja yang berupa work sheet yang defaultnya terdapat tiga buah work sheet.  Pada tiap worksheet user dapat membuat berbagai macam data dan dokumen. Dengan demikian dalam satu file Excel bisa terdapat berbagai macam data yang berbeda yang berada pada beberapa worksheet. Jadi, data dalam Ms Excel lebih ringkas dan lebih praktis, karena dalam satu file excel bisa terdapat berbagai macam data yang berada pada beberapa sheet yang ada.

Hal yang seringkali user pemula lakukan jika ingin melakukan copy paste data yang ada pada sebuah sheet untuk dipindah ke sheet yang lain adalah dengan melakukan copy paste datanya, yaitu menyeleksi atau blok sel yang akan dicopy kemudian di paste ke lembar pada sheet yang lain. Cara yang demikian ini kadang hasilnya tidak sama persis dengan data aslinya karena berbeda lebar kolom dan barisnya. Padahal ada cara yang lebih mudah dilakukan dan hasilnyapun akan sama persis dengan data yang dicopy. Format tulisan, rumus, lebar kolom dan baris dan data-data yang lainnya akan sama persis. Cara tersebut adalah dengan melakukan copy paste worksheet tersebut.

Untuk melakukan copy worksheet di Ms Excel silahkan perhatikan langkah-langkah berikut ini :
1.             Klik kanan pada worksheet yang akan dicopy kemudian pilih Move or copy

2.     Muncul popup move  or copy. Pada pilihan to Book, biarkan saja jika sheet dicopy pada file (workbook) yang sama. Pilih pada file atau workbook lain yang sedang terbuka jika dicopy ke file atau workbook lain. Pada pilihan before sheet pilih salah satu atau pilih move to end jika dipaste pada akhir sheet

3.     Hal akhir yang penting adalah beri tanda centang pada opsi Create a copy (jika tidak dicentang maka sheet akan berpindah tempat bukan dicopy) kemudian klik OK.
4.     Maka worksheet baru hasil copy paste telah dibuat, hasil copy biasanya berupa nama sheet diikuiti nomor copy musalnya sheet1 (1). Selanjutnya anda tinggal melakukan edit data yang ada pada worksheet hasil copy tersebut sesuai dengan keinginan.


MENGAKSES DATA PADA SHEET LAIN PADA FILE BERBEDA

Mengambil Data Dari Sheet Dan File Lain

Master Excel, Kamis, 10 Desember 2009
Pada Excel kita dapat dengan mudah untuk mengambil data dari sheet maupun dari file lain yang tersimpan dalam bentuk Excel juga. Ini tentu sangan berguna sekali pada saat kita membutuhkan sejumlah data tertentu dari pengolahan data dari sheet ataupun file lainnya. Selain itu kita dapat mengelompokkan data dalam kriterian yang lebih sistematis dan memanggilnya sesuai kebutuhan pada file ata sheet yang baru.

Caranya untuk mengambil data dari sheet lain:
1.     Misalnya sheet yang anda aktivkan saat ini adalah Sheet2, dan anda membutuhkan data dariSheet1 pada range G3 maka yang perlu dilakukan adalah pilih range (D2) yang ingin ditampilkan datanya (pada Sheet2) lalu ketik =Sheet1!G3, maka data pada Sheet1 di range G3 akan sama dengan data di Sheet2 range D2
2.     Dan jika anda ingin memindahkan sejumlah range dari Sheet1 ke Sheet2 anda tinggal melakukan cara diatas atau copy paste atau klik fill handlenya di D2 kemudian klik dan drag hingga range yang diinginkan (misalnya I2)
3.     Data pada Sheet2 akan selalu terhubung dengan Sheet1, sehingga setiap perubahan yang terjadi pada Sheet1 maka secara otomatis akan berubah pada Sheet2
Caranya untuk mengambil data dari file lain:
1.     Untuk mengambil data dari file lain sebenarnya hampir sama dengan penjelasan diatas (mengambil data dari sheet lain) yaitu letakkan kursor pada range yang diinginkan misal Z24, lalu ketik rumus =[data1.xlsx]Sheet1!S5. *)Selanjutnya tekan enter. penjelasanya [data1.xlsx] merupakan nama file, Sheet1 adalah nama Sheet yang kita ambil sedangkan S5 merupakan range datanya.
2.     Jika anda kesulitan untuk menentukan nama file yang akan dambil jika namanya relatif panjang maka pertama yang perlu anda lakukan adalah aktivkan kedua file (file yang akan diambil datanya dan file tempat menempatkan data baru), pada file, sheet dan range tempat dimana data akan ditempatkan anda ketik =, selanjutnya pindah kursor dan aktivkan jendela file yang akan diabil datanya lalu tentukan klik sheetnya dan range tempat data berada, kemudian tekan Enter, maka data di data2.xlsx akan sama dengan data di file data1.xlsx sesuai sheet dan range yg diinginkan.
3.     Data di file data2.xlsx ini juga terhubung langsung dengan file di data1.xlsx Jadi jika terjadi perubahan di data1.xlsx maka data di file data2.xlsx juga akan berubah


CARA MENGGUNAKAN FILTER
 Di dalam aplikasi Excel ada banyak fungsi yang dapat kita terapkan selain rumus - rumus dan formula untuk penghitungan salah satu nya adalah filter. Filter dalam excel jika kita definisikan fungsi nya adalah sebagai tombol penyaring untuk kita memilih data apa yang akan di munculkan pada suatu tabel dengan kategori yng telah di tentukan. Bagaimana cara membuat fiter tersebut ? ok....sebagai contoh gue coba kasih gambaran nya seperti ini :
1. Buka program excel di komputer atau laptop kamu.
ok di sini gue kasih contoh aja berupa data dari tempat kerja gue, karena kebetulan pekerjaan gue selalu berhubungan dengan analisa dan data jadi biar ga repot  - repot buat lagi ya yang sudah ada aja  deh nanti tinggal gue jelasin penggunaannya. Ini contoh data dari tempat kerja gue :

Nah dari gambaran contoh di atas misalnya kita hanya ingin memunculkan atau melihat data berdasarkan proses castingnya saja dari beberap proses yang ada, maka kamu cukup klik pada cel yang berwarna hijau yang menandakan area proces yang kasih tanda panah dengan huruf Alalu klik pada toolbar diatas yang gue kasih tanda panah dengan huruf B hingga di situ muncul tanda filter yang gue kasih tanda panah C. Ok jika semua itu udah kamu lakukan maka secara otomatis maka kamu menambahkan fungsi filter pada data tersebut. Berikut tampilannya setelah kamu beri filter, di dalam cell yang kamu klik tadi akan muncul icon baru berbentuk kotak kecil.



Selamat jika kamu bisa membuat sampai di sini maka sekarang kamu bisa mengolah data tersebut dengan filter yang sudah kamu buat tadi. Ok.....mari kita coba, dengan memfilter data tersebut berdasarkan process casting saja.



Pada gambar di atas jika kita klik icon filter pada cell maka akan muncul tampilan yang meminta kita untuk memarking atau beri tanda pada kolom di sampingnya sesuai kriteria yang kita inginkan. Setelah di beri marking maka data tersebut hanya akan memunculkan data yang sesuai dengan kriteria yang kita inginkan. 


1. Mempersiapkan data sebagai database
  1. Baris pertama (A1:D1) adalah judul data.
  2. Baris-baris berikutnya berisi data.
  3. Tidak boleh ada baris yang kosong diantara data yg ada dalam database.
  4. Baris kosong pada akhir data dan kolom paling kanan.
http://excel.aurino.com/wp-content/uploads/2008/10/101908-1419-filterexcel1.gif

2. Mempersiapkan Range untuk Kriteria 
Dalam range yang kita tetapkan untuk kriteria, kita memasukkan aturan data yang akan ditampilkan apabila kita mem-filter data. Kita dapat menggunakan satu atau lebih kriteria.
  1. Dalam contoh ini, sel F1:F2 adalah range untuk kriteria.
  2. Judul kita letakkan pada sel F1.
  3. Dan sel F2 berisi kriterianya. Tanda (operator) > (lebih besar dari) dipergunakan bersama-sama dengan angka 500.
Setelah diaplikasikan, maka hanya pesanan yang memiliki total penjualan lebih besar dari Rp 500 akan ditampilkan.
Operator-operator lainnya adalah:
< lebih kecil dari
<= lebih kecil dan sama dengan

>= Lebih besar dan sama dengan
<> tidak sama dengan
http://excel.aurino.com/wp-content/uploads/2008/10/101908-1419-filterexcel2.gif


3. Mempersiapkan Range untuk hasil pengaplikasian filter (ekstrak data)
Jika anda ingin mengcopykan data ke lokasi lainnya, maka anda harus menetapkan kolom-kolom yang akan anda ekstrak. Jika anda ingin seluruh kolom, maka anda harus mengosongkan range tersebut..
  1. Pilih sel di bagian kiri atas range untuk data yang akan diambil. 
  2. Ketik judul untuk kolom yang ingin Anda ekstrak. Harus sesuai dengan kolom judul yang sama, dalam ejaan dan tanda baca. Urutan Kolom bolehberbeda, dan salah satu atau semua kolom dapat diikutsertakan.
http://excel.aurino.com/wp-content/uploads/2008/10/101908-1419-filterexcel3.gif

4. Mengaplikasikan Filter
  1. Pilih sebuah sel dalam database.
  2. Dari Menu Data menu, pilih Filter, Advanced Filter. (Dalam Excel 2007, klik tab Data pada Ribbon, kemudian klik Advanced Filter.)
  3. Anda boleh mem filter daftar di data asli atau copy hasilnya ke lokasi lain.
  4. Excel seharusnya otomatis mendeteksi range data. Jika tidak, anda dapat memilih sel-sel yang akan diikutkan dari worksheet.
  5. Pilih range kriteria pada worksheet
  6. Jika anda mengcopykan ke lokasi lain, maka pilih sel awal untuk menempatkan data copy anda
    Catatan: Jika anda memilih copy ke lokasi lain (copy to another location), maka seluruh sel dibawa range yang diextrak akan dihapus jika menggunakan Advanced Filter.
  7. klik OK
http://excel.aurino.com/wp-content/uploads/2008/10/101908-1419-filterexcel4.gif










Tidak ada komentar:

Posting Komentar