VLOOKUP
DAN HLOOKUP
Fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP dalam Microsoft Excel berguna untuk membaca suatu
tabel, lalu mengambil nilai yang diinginkan pada tabel tersebut berdasarkan
kunci tertentu.
Jika
tabel tersusun secara vertikal, kita menggunakan fungsi VLOOKUP.
Dan,
jika tabel tersusun secara horizontal, maka kita menggunakan fungsi HLOOKUP.
Cara Penulisan:
=VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,range_lookup)
=HLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,range_lookup)
Dimana:
- lookup_value: nilai atau sel referensi yang dijadikan kunci
dalam pencarian data.
- table_array: tabel atau range yang menyimpan data yang ingin
dicari.
- col_index_num: nomor kolom yang ingin diambil nilainya untuk
fungsi VLOOKUP.
- row_index_num: nomor baris yang ingin diambil nilainya untuk
fungsi HLOOKUP.
- range_lookup: Nilai logika TRUE atau FALSE, dimana Anda ingin
fungsi VLOOKUP atau HLOOKUP mengembalikan nilai dengan metode kira-kira
(TRUE) atau mengembalikan nilai secara tepat (FALSE). Lebih detilnya dapat
dibaca di sini.
Contoh VLOOKUP:

=VLOOKUP(1002,$A$2:$C$4,3,FALSE) akan menghasilkan 68
=VLOOKUP(1003,$A$2:$C$4,2,FALSE) akan menghasilkan GHI
=B10*VLOOKUP(C10,$A$2:$C$4,3,FALSE) akan menghasilkan 340
=B11*VLOOKUP(C11,$A$2:$C$4,3,FALSE) akan menghasilkan 320
=B12*VLOOKUP(C12,$A$2:$C$4,3,FALSE) akan menghasilkan 544
Contoh HLOOKUP:
=HLOOKUP(B1,$B$1:$D$3,2,FALSE) akan menghasilkan XYZ
=HLOOKUP(B1,$B$1:$D$3,3,FALSE) akan menghasilkan 33
FUNGSI HLOOKUP, VLOOKUP dan IF
Mungkin
anda sudah sangat mengenal fungsi IF karena fungsi ini merupakan fungsi standar
yang harus dikuasai dalam menggunakan perhitungan di program Datasheet seperti
Excel. Jika hanya menggunakan dua 'kemungkinan', fungsi ini terlihat begitu
mudah. Tapi barangkali anda akan menemukan kesulitan jika anda memiliki
beberapa 'kemungkinan'. Meskipun batas menggunakan nested fungsi IF hingga lebih dari 64, namun
akan sangat tidak efisien jika kita menggunakan fungsi ini untuk kondisi dimana
ada banyak 'kemungkinan' yang akan dicek karena kita harus mengetikkan deretan
fungsi yang begitu panjang.
1. FUNGSI IF DENGAN DUA KEMUNGKINAN
=IF(AND(A2>0;A2=1);"Tunggal";"Jamak")
2. FUNGSI IF DENGAN LEBIH DARI DUA(9) KEMUNGKINAN
=IF(A2=1;"Satu";IF(A2=2;"Dua";IF(A2=3;"Tiga";IF(A2=4;"Empat";IF(A2=5;"Lima";IF(A2=6;"Enam";IF(A2=7;"Tujuh"
;IF(A2=8;"Delapan";"Lebih Dari Delapan"))))))))
Anda
dapat melihat bagaimana panjangnya fungsi IF yang kita gunakan jika ada lebih
dari dua 'kemungkinan'. Karena itulah kita membutuhkan fungsi VLOOKUP dan
HLOOKUP untuk menggantikan fungsi IF yang begitu panjang tersebut. Seperti yang
dapat dilihat dari nama fungsi yang digunakan, kedua fungsi (VLOOKUP dan HLOOKUP)
ini adalah (mungkin) turunan dari fungsi LOOKUP. Kita tidak perlu membahas
fungsi LOOKUP karena terus terang saya tidak begitu suka menggunakan fungsi ini
:). VLOOKUP adalah fungsi yang mencari nilai pada kolom pertama dari suatu
tabel dan menghasilkan sebuah nilai yang memiliki baris yang sama dari kolom
pertama dalam tabel tersebut. Seperti yang anda duga, huruf V pada VLOOKUP
adalah singkatan dari vertical. Sedangkan HLOOKUP mencari suatu nilai pada
baris atas suatu tabel atau array dan kemudian menghasilkan nilai yang memiliki
kolom yang sama dengan kolom yang anda maksudkan pada tabel atau array. Konsep
array mungkin sudah sangat diakrabi oleh programmer karena hampir dalam semua
program konsep array akan selalu ada. Arrayadalah kumpulan
data yang terikat dalam satu variabel. Kalau dimisalkan, array adalah kumpulan
lidi yang bergabung menjadi sapu.
Seperti
yang anda lihat, tabel sebelah kiri merupakan tabel data yang disusun secara
vertikal sedangkan yang sebelah kanan disusun secara horisontal. Penyusunan
tabel akan menentukan fungsi apakah yang akan digunakan, menggunakan VLOOKUP
atau HLOOKUP. Misalkan kita ingin mengisikan sel 'B3' dengan harga sepatu maka
fungsi yang digunakan adalah
=VLOOKUP(LEFT(A3;LEN(A3)-1);$D$3:$E$7;2;FALSE)
-------1--------- ----2---- 3
--4--
--atau--
=HLOOKUP(LEFT(A3;LEN(A3)-1);$G$3:$K$4;2;FALSE)
-------1--------- ----2---- 3
--4--
Untuk fungsi VLOOKUP kita menggunakan
tabel yang kiri sedangkan fungsi HLOOKUP menggunakan tabel yang kanan. Konsep
dasarnya baik fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP memiliki tiga parameter penting dan
satu parameter tambahan yang dipisahkan tanda titik koma ';' yaitu:
·
1.
Sel atau teks yang ingin diuji atau dicek. Pada contoh diatas
saya menggunakan fungsi tambahan LEFT dan LEN untuk memotong teks di sel A3
yaitu membuang karakter ':'. Fungsi LEN "terpaksa" digunakan karena
panjang karakter di sel A3 tidak pasti. Baik VLOOKUP dan HLOOKUP bersifat
incase sensitif alias tidak memperdulikan huruf kapital maupun huruf biasa.
Jika range lookup diset FALSE anda dapat menggunakan tanda wildcard seperti '?'
atau '*'. Tanda ? menggantikan semua karakter sedangkan tanda * menggantikan
beberapa urutan karakter. Misalnya: teks 'mala*' akan sesuai dengan data
malang, malas, malam, malaysia, dsb. Sedangkan teks 'pa?i' akan sesuai dengan
data padi, pagi, pati, dsb.
·
2.
Tabel sumber. Sebenarnya ada cara khusus untuk memberi nama tertentu
pada tabel sumber tapi saya lebih suka menggunakan tanda dollar '$' (kebiasaan
waktu menggunakan Lotus 123) yang diberikan pada tiap sel agar tabel sumber
menjadi absolut atau tetap sehingga ketika rumus dicopykan
kebawah tabel sumber tidak berubah atau bergeser. Jika anda lupa memberi tanda
dollar tersebut maka bisa berakibat fatal dan fungsi akan menghasilkan data
yang salah atau bahkan error.
·
3.
Index kolom atau baris yang akan diambil datanya dimulai dari 1 sampai ...
berapa banyak kolom yang berada pada range tabel yang anda masukkan. Jika nilai
index kolom kurang dari satu, fungsi akan menghasilkan error #VALUE! dan jika
lebih besar dari kolom yang anda berikan maka fungsi akan menghasilkan error
#REF!.
·
4.
Range Lookup yang berisi nilai logical "TRUE" atau
"FALSE". Bagian ini dapat dihilangkan karena akan otomatis dianggap
TRUE. Jika anda memberi nilai TRUE maka fungsi mencari nilai yang sama dan jika
tidak ketemu akan mencari nilai tertinggi dibawah nilai yang diuji. Pastikan
data pada tabel sumber berurutan, misalnya -2,-1,0,1,2. Jika data tidak
berurutan maka kadang fungsi menghasilkan nilai yang tidak sesuai. Jika diisi
FALSE maka hanya data yang sama yang dihasilkan. Data dalam tabel tidak harus
berurutan. Jika ada lebih dari satu data yang sesuai maka data pertama yang
akan digunakan. Jika data tidak ditemukan maka akan menghasilkan error #N/A
SORTING
Fungsi sort dalam PHP adalah fungsi yang dapat
digunakan untuk mengurutkan data berbentuk array secara instan dalam PHP. Dalam
tutorial kali ini kita akan membahas berbagai fungsi sort built in yang ada di
PHP beserta contoh langsung penggunaannya.
1. Mengurutkan data angka secara ascending ( dari kecil ke besar )
Ketikkan script berikut.
Ketikkan script berikut.
<?php
$data = array("3",
"5", "12", "6");
sort($data);
print_r($data);
?>
script diatas akan menghasilkan output sorting seperti
berikut ini,
3
5
6
12
Seperti dapat dilihat pada contoh diatas, fungsi sort() akan melakukan sorting pada array dengan cara ascending. Untuk pengurutan kebalikannya, dapat dilihat pada contoh 2.
3
5
6
12
Seperti dapat dilihat pada contoh diatas, fungsi sort() akan melakukan sorting pada array dengan cara ascending. Untuk pengurutan kebalikannya, dapat dilihat pada contoh 2.
2. Mengurutkan data angka secara descending ( dari besar ke kecil)
Ketikkan script berikut.
Ketikkan script berikut.
<?php
$data = array("3",
"5", "12", "6");
rsort($data); //reverse sort
print_r($data);
?>
script diatas akan menghasilkan output sorting seperti
berikut ini,
12
6
5
3
12
6
5
3
3. Mengurutkan data
huruf / string secara ascending ( urut abjad / alfabet )
Ketikkan script berikut.
Ketikkan script berikut.
<?php
$data = array("apel", "jeruk", "jambu", "mangga");
sort($data);
print_r($data);
?>
script diatas akan
menghasilkan output sorting seperti berikut ini,
apel
jambu
jeruk
mangga
apel
jambu
jeruk
mangga
Dapat dilihat pada contoh
diatas bahwa fungsi sort() juga dapat digunakan untuk data yang berbentuk
string (yang penting string tersebut tersimpan dalam data array).
4. Mengurutkan data
berdasar lebih dari 1 parameter
Misalkan anda memiliki data berikut,
nomor | umur
—————
1 | 12
3 | 11
2 | 12
4 | 15
Misalkan anda memiliki data berikut,
nomor | umur
—————
1 | 12
3 | 11
2 | 12
4 | 15
kasus : anda ingin mengurutkan data diatas
berdasarkan parameter 1 yaitu umur secara ascending,
dan parameter ke 2 yaitu nomor secara descending.
Ketikkan script berikut.
Ketikkan script berikut.
<?php
$data[] = array('nomor' => 1, 'umur' => 12);
$data[] = array('nomor' => 3, 'umur' => 11);
$data[] = array('nomor' => 2, 'umur' => 12);
$data[] = array('nomor' => 4, 'umur' => 15);
foreach ($data as $param => $row) {
$nomor[$param] = $row['nomor'];
$umur[$param] = $row['umur'];
}
array_multisort($umur, SORT_ASC, $nomor, SORT_DESC, $data);
?>
script diatas akan
menghasilkan output sorting seperti berikut ini,
11 3
12 2
12 1
15 4
Kesimpulannya adalah, apabila kita ingin mengurutkan data untuk lebih dari 1 array (lebih dari 1 parameter pengurutan), salah satu caranya adalah anda bisa menggunakan array_multisort()
11 3
12 2
12 1
15 4
Kesimpulannya adalah, apabila kita ingin mengurutkan data untuk lebih dari 1 array (lebih dari 1 parameter pengurutan), salah satu caranya adalah anda bisa menggunakan array_multisort()
Sorting atau mengurutkan data adalah salah satu operasi
yang penting dalam pengolahan data. Sorting didefinisikan sebagai suatu
kegiatan untuk mengatur urutan sekelompok data sedemikian sehingga data pertama
lebih kecil dari data kedua, data kedua lebih kecil dari data ketiga dan
seterusnya atau data terurut dari kecil ke besar. Urutan data seperti ini
disebut urut naik (ascending). Selain urut naik, data juga dapat
diurutkan mulai dari besar ke kecil atau disebut urut turun (decending). Lihat
gambar 4.1.
Urut naik adalah urutan data yang paling sering ditemui
dalam situasi sehari-hari. Sebagai contoh: urutan nama pada buku telepon,
urutan kata pada kamus, urutan nomor mahasiswa pada daftar hadir, urutan nomor
buku di perpustakaan, dan sebagainya. Fakta menunjukkan bahwa data yang telah
terurut akan memudahkan proses pencarian (searching) nantinya.
Data: 5 3 7 2 9 4 8 6
Ascending: 2 3 4 5 6 7 8 9
Descending: 9 8 7 6 5 4 3 2
Gambar 4.1 Data mula-mula dan hasil sorting
Algoritma sorting adalah algoritma yang berisi
langkah-langkah untuk mengurutkan ada. Ada banyak algortima sorting yang telah
dibuat orang, Berdasarkan tingkat kesulitannya, algoritma sorting dibagi
menjadi 2 kelompok yaitu:
1. Sederhana
(simple): langkah-langkahnya sederhana, mudah dipahami dan ringkas,
tetapi prosesnya membutuhkan waktu yang lama. Algoritma ini cocok untuk
mengurutkan sedikit data (banyaknya data <1000). Algoritma
yang termasuk dalam kelompok ini adalah algoritma Selection Sort, Exchange Sort
dan Insertion Sort.
2. Lanjut (advanced): langkah-langkahnya lebih rumit
dibanding algoritma yang sederhana tetapi prosesnya membutuhkan waktu yang
lebih singkat. Algoritma ini biasanya digunakan untuk mengurutkan data yang
banyak. Ada banyak sekali algoritma yang telah dibuat orang, contohnya Quick
sort, Merge sort, Shell sort, Alpha sort, Radix sort dan sebagainya.
Dalam bab
selanjutnya akan dibahas metode sorting yang sederhana dan yang lanjut. Untuk
memudahkan pembahasan, ditentukan bahwa semua data yang akan diurutkan adalah bertipe
integer dan disimpan dalam array linier. Data akan diurutkan secara urut naik.
4.2 Selection Sort
Selection sort adalah salah
satu cara yang termudah untuk mengurutkan data. Sesuai namanya yang berarti
pemilihan, prosesnya dimulai dengan memeriksa seluruh data sehingga dapat
dipilih data yang terkecil, kemudian data tersebut ditempatkan di posisi paling
awal. Selanjutnya pada data yang tersisa, dipilih lagi data yang terkecil, lalu
tempatkan di posisi ke dua. Demikian seterusnya sampai seluruh data selesai
diperiksa.
Algoritma Selection sort
secara umum adalah :
1. For ( I = 1 ; I < N ; I++ )
{
Min = I
For ( J = I + 1 ; J <= N ; J++ )
{ Cari data terkecil, lalu tukar tempat dengan
data pada posisi I
}
}
2. Halt.
Untuk lebih memahami algoritma
di atas, dapat dilihat proses pengurutan data dengan algoritma Selection sort
pada gambar 4.2 di halaman berikut. Data yang akan diurutkan disimpan dalam
array data[1..6]. Data mula-mula berada dalam kondisi tidak beraturan lalu
diurutkan dengan algoritma Selection
sort ini.
data[1] data[2] data[3] data[4] data[5] data[6]
101 127 255 381 419 519
DATA VALIDATION
Fungsi IF Dengan Validasi Data pada Excel
Anda
yang terbiasa menggunakan aplikasi Microsoft Office Excel tidak asing lagi
menggunakan fungsi IF. Fungsi IF merupakan fungsi logika, yang artinya suatu
nilai mempunyai syarat dan dapat bernilai benar jika syarat terpenuhi serta
bernilai salah jika syarat tidak terpenuhi.
Secara umum rumus fungsi IF dalam Microsoft Excel adalah sebagai berikut :
=IF(Logical_Test;Value_if_True;Value_if_false) atau
=IF(Syarat;Hasil_Jika_Syarat_Terpenuhi;Hasil_Jika_Syarat_Tidak_Terpenuhi)
Secara umum rumus fungsi IF dalam Microsoft Excel adalah sebagai berikut :
=IF(Logical_Test;Value_if_True;Value_if_false) atau
=IF(Syarat;Hasil_Jika_Syarat_Terpenuhi;Hasil_Jika_Syarat_Tidak_Terpenuhi)
Contoh Penggunaan dengan
Validasi Data:
Dalam contoh ini anda dapat
menggunakan tambahan Validasi Data,
Caranya:
Pertama:
1. Buat Kolom Nilai, Keterangan serta isiannya, kolom Nilai minimal dan kolom Pilihan bersarat,
Caranya:
Pertama:
1. Buat Kolom Nilai, Keterangan serta isiannya, kolom Nilai minimal dan kolom Pilihan bersarat,
2. Setelah selesai letakkan pointer pada sel G2,
3. Lalu klik Data pada menu Ribbon, dan klik Data Validation.
4. Setelah keluar pop up Data Validation
Pada validation criteria => Allow pilih List
Lalu pada Source lalu
blog atau sorot sel pilihan syarat dari sel I3 sampai denganI9 (=$I$3:$I$9), setelah itu klik Ok.
Nah pada langkah ini anda sudah membuat valiadasi data
Kedua:
1. Buat Rumus pada kolom keterangan pada sel C3 dengan rumus:=IF(B3>=G$2;"Lulus";"Gagal")
2. Lalu tekan enter.
3. Selanjutnya drag sel C3 sampai sel C9, maka anda akan melihat hasilnya sesuai dengan rumus yang anda buat tadi.
Catatan:
Jika anda menukar validasi angkanya menjadi lebih besar dari 60, maka anda akan melihat hasil dari yang gagal semakin banyak.
MENGAKSES DATA PADA SHEET YANG LAIN PADA
FILE YANG SAMA
Saat membuka program Ms Excel, kita
dihadapkan pada lembar kerja yang berupa work sheet yang defaultnya terdapat
tiga buah work sheet. Pada tiap worksheet user dapat membuat berbagai
macam data dan dokumen. Dengan demikian dalam satu file Excel bisa terdapat berbagai
macam data yang berbeda yang berada pada beberapa worksheet. Jadi, data dalam
Ms Excel lebih ringkas dan lebih praktis, karena dalam satu file excel bisa
terdapat berbagai macam data yang berada pada beberapa sheet yang ada.
Hal yang seringkali user pemula
lakukan jika ingin melakukan copy paste data yang ada pada sebuah sheet untuk
dipindah ke sheet yang lain adalah dengan melakukan copy paste datanya, yaitu
menyeleksi atau blok sel yang akan dicopy kemudian di paste ke lembar pada
sheet yang lain. Cara yang demikian ini kadang hasilnya tidak sama persis
dengan data aslinya karena berbeda lebar kolom dan barisnya. Padahal ada cara
yang lebih mudah dilakukan dan hasilnyapun akan sama persis dengan data yang
dicopy. Format tulisan, rumus, lebar kolom dan baris dan data-data yang lainnya
akan sama persis. Cara tersebut adalah dengan melakukan copy paste
worksheet tersebut.
Untuk melakukan copy
worksheet di Ms Excel silahkan perhatikan langkah-langkah berikut ini
:
1.
Klik kanan pada worksheet yang akan dicopy kemudian pilih Move or copy
2.
Muncul popup move or copy. Pada pilihan to Book, biarkan saja jika
sheet dicopy pada file (workbook) yang sama. Pilih pada file atau workbook lain
yang sedang terbuka jika dicopy ke file atau workbook lain. Pada pilihan before sheet pilih salah satu atau pilih move to end jika dipaste pada akhir sheet
3.
Hal akhir yang penting adalah beri tanda centang pada opsi Create a copy (jika tidak dicentang maka sheet akan
berpindah tempat bukan dicopy) kemudian klik OK.
4.
Maka worksheet baru hasil copy paste telah dibuat, hasil copy biasanya
berupa nama sheet diikuiti nomor copy musalnya sheet1 (1). Selanjutnya anda
tinggal melakukan edit data yang ada pada worksheet hasil copy tersebut sesuai
dengan keinginan.
MENGAKSES DATA PADA SHEET LAIN PADA FILE
BERBEDA
Mengambil
Data Dari Sheet Dan File Lain
Master Excel, Kamis, 10 Desember 2009
Pada Excel kita dapat dengan
mudah untuk mengambil data dari sheet maupun dari file lain yang tersimpan
dalam bentuk Excel juga. Ini tentu sangan berguna sekali pada saat kita
membutuhkan sejumlah data tertentu dari pengolahan data dari sheet ataupun file
lainnya. Selain itu kita dapat mengelompokkan data dalam kriterian yang lebih
sistematis dan memanggilnya sesuai kebutuhan pada file ata sheet yang baru.
Caranya untuk mengambil data dari sheet lain:
1.
Misalnya sheet yang anda aktivkan saat ini adalah Sheet2, dan anda membutuhkan
data dariSheet1 pada range G3 maka yang perlu dilakukan adalah pilih
range (D2) yang ingin ditampilkan datanya (pada Sheet2) lalu ketik =Sheet1!G3, maka data
pada Sheet1 di range G3 akan sama dengan data di Sheet2 range D2
2.
Dan jika anda ingin memindahkan sejumlah range dari Sheet1 ke
Sheet2 anda tinggal melakukan cara diatas atau copy paste atau klik fill
handlenya di D2 kemudian klik dan drag hingga range
yang diinginkan (misalnya I2)
3.
Data pada Sheet2 akan selalu terhubung dengan Sheet1, sehingga
setiap perubahan yang terjadi pada Sheet1 maka secara otomatis akan berubah
pada Sheet2
Caranya
untuk mengambil data dari file lain:
1.
Untuk mengambil data dari file lain sebenarnya hampir sama dengan
penjelasan diatas (mengambil data dari sheet lain) yaitu letakkan kursor pada
range yang diinginkan misal Z24,
lalu ketik rumus =[data1.xlsx]Sheet1!S5.
*)Selanjutnya tekan enter. penjelasanya [data1.xlsx] merupakan nama file, Sheet1 adalah nama Sheet yang kita ambil
sedangkan S5 merupakan range datanya.
2.
Jika anda kesulitan untuk menentukan nama file yang akan dambil jika
namanya relatif panjang maka pertama yang perlu anda lakukan adalah aktivkan
kedua file (file yang akan diambil datanya dan file tempat menempatkan data
baru), pada file, sheet dan range tempat dimana data akan
ditempatkan anda ketik =, selanjutnya pindah kursor dan aktivkan
jendela file yang akan diabil datanya lalu tentukan klik sheetnya dan range
tempat data berada, kemudian tekan Enter, maka data di data2.xlsx akan sama
dengan data di file data1.xlsx sesuai sheet dan range yg diinginkan.
3.
Data di file data2.xlsx ini juga terhubung langsung dengan file di
data1.xlsx Jadi jika terjadi perubahan di data1.xlsx maka data di file
data2.xlsx juga akan berubah
CARA MENGGUNAKAN FILTER
Di dalam aplikasi Excel ada banyak fungsi yang
dapat kita terapkan selain rumus - rumus dan formula untuk penghitungan salah
satu nya adalah filter. Filter dalam excel jika kita definisikan fungsi nya
adalah sebagai tombol penyaring untuk kita memilih data apa yang akan di
munculkan pada suatu tabel dengan kategori yng telah di tentukan. Bagaimana
cara membuat fiter tersebut ? ok....sebagai contoh gue coba kasih gambaran nya
seperti ini :
1. Buka program excel di komputer atau laptop kamu.
1. Buka program excel di komputer atau laptop kamu.
ok di sini gue kasih
contoh aja berupa data dari tempat kerja gue, karena kebetulan pekerjaan gue
selalu berhubungan dengan analisa dan data jadi biar ga repot - repot
buat lagi ya yang sudah ada aja deh nanti tinggal gue jelasin
penggunaannya. Ini contoh data dari tempat kerja gue :
Nah dari gambaran
contoh di atas misalnya kita hanya ingin memunculkan atau melihat data
berdasarkan proses castingnya saja dari beberap proses yang ada, maka kamu
cukup klik pada cel yang berwarna hijau yang menandakan area proces yang kasih
tanda panah dengan huruf Alalu klik pada toolbar diatas yang gue
kasih tanda panah dengan huruf B hingga di situ muncul
tanda filter yang gue kasih tanda panah C. Ok jika semua itu
udah kamu lakukan maka secara otomatis maka kamu menambahkan fungsi filter pada
data tersebut. Berikut tampilannya setelah kamu beri filter, di dalam cell yang
kamu klik tadi akan muncul icon baru berbentuk kotak kecil.
Selamat
jika kamu bisa membuat sampai di sini maka sekarang kamu bisa mengolah data
tersebut dengan filter yang sudah kamu buat tadi. Ok.....mari kita coba, dengan
memfilter data tersebut berdasarkan process casting saja.
Pada gambar di atas
jika kita klik icon filter pada cell maka akan muncul tampilan yang meminta
kita untuk memarking atau beri tanda pada kolom di sampingnya sesuai kriteria
yang kita inginkan. Setelah di beri marking maka data tersebut hanya akan
memunculkan data yang sesuai dengan kriteria yang kita inginkan.
|
1. Mempersiapkan data sebagai database
|
![]() |
|
Dalam
range yang kita tetapkan untuk kriteria, kita memasukkan aturan data yang
akan ditampilkan apabila kita mem-filter data. Kita dapat menggunakan satu
atau lebih kriteria.
Setelah
diaplikasikan, maka hanya pesanan yang memiliki total penjualan lebih besar
dari Rp 500 akan ditampilkan.
Operator-operator
lainnya adalah:
< lebih kecil dari <= lebih kecil dan sama dengan
>= Lebih
besar dan sama dengan
<> tidak sama dengan |
![]() |
|
3. Mempersiapkan Range untuk hasil pengaplikasian filter (ekstrak data)
Jika anda
ingin mengcopykan data ke lokasi lainnya, maka anda harus menetapkan
kolom-kolom yang akan anda ekstrak. Jika anda ingin seluruh kolom, maka anda
harus mengosongkan range tersebut..
|
![]() |
|
4. Mengaplikasikan Filter
|
![]() |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar